Friday, March 15, 2013

MAKALAH BIMBINGAN DAN KONSELING


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling  di sekolah ada beberapa prinsip yang perlu kita perhatikan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi pedoman dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Maknanya apabila bimbingan dan konseling dilaksanakan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut berarti bukan merupakan bimbingan dan konseling dalam arti yang sebenarnya.[1]
Bimbingan dan konseling mrupakan layanan kemanusiaan. Pelaksanaannya selain harus berlandaskan pada prinsip-prinsip dan asas-asas tertentu juga harus mengacu pada kepada landasan bimbingan dan konseling itu sendiri.[2]
B.     Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat kita rumuskan masalahnya sebagai berikut:
1.      Apa saja prinsip-prinsip bimbingan dan konseling?
2.      Apa saja landasan bimbingan dan konseling?
C.     Tujuan
            Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip bimbingan dan konseling
2.      Untuk mengetahui landasan-landasan bimbingan dan konseling.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling.
            Prinsip berasal dari kata “prinsipra” yang artinya pemulaan dengan cara tertentu yang melahirkan  hal-hal lain, yang keberadaannya tergantung pada pemula itu. Prinsip ini merupakan hasil perpaduan antara kajian teoritis dan teori lapangan yang terarah dan dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan.
            Prinsip bimbingan dan konseling menguraikan pokok-pokok dasar pemikiran yang dijadikan pedoman program pelaksanaan atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan dapat juga dijadikan sebagai seperangkat landasan praktis atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.[3]
            Arifin dan Eti Katika Wati dalam Tohirin dalam bukunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah menjabarkan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling.
1.      Prinsip-prinsip Umum
a.       Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbingnya.
b.   Bimbingan di arahkan kepada memberikan bantuan agar individu yang dibimbing mampu mengarahkan dirinya dan mampu menghadapi kesulita-kesulitan dalam kehidupannya.
c.       Pemberian bantuan sesuai dengan kebutuhan individu yang dibimbing.
d.      Bimbingan berkenaan dengan sikap dan tingkah laku induvidu.
e.    Pelaksanaan bimbingan dan konseling dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan yang dirasakan individu yan dibimbing.
f.       Uapaya pemberian bimbingan dan konseling harus fleksibel.
g.    Progaram bimbingan dan konseling harus dirumuskan sesuai dengan program pendidikan di sekolah atau madrasah yang bersangkutan.
h.      Implementasi bimbingan dan konseling harus dipimpin oleh orang yang mememiliki keahlian dalam bidang bimbingan dan konseling.
i.        Untuk mengetahui hasil-hasil yang diperoleh dari upaya pelayanan bimbingan dan konseling, harus diadakan penilaian dan evaluasi secara teratur dan berkesinambungan.
2.      Prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan individu siswa
a.      Pelayanan bimbingan dan konseling harus diberikan kepada seluruh siswa.
b.    Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan dan konseling kepada individu atau siswa.
c.      Program pemberian bimbingan dan konseling harus berpusat pada siswa,
d.    Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah maupun madrasah harus  memenuhi kebutuhan siswa yang bersangkutan beragam dan luas
e.      Keputusan akhir dalam bimbingan dan konseling dibentuk oleh siswa yang sendiri.
f.     Individu atau siswa yang telah memperoleh bimbingan, harus secara beransur-ansur menolong dirinya.
3.      Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembimbing
       Adapun perinsip-prinsip khusus bimbingan dan konseling yang berhubugan dengan pembimbing dan konseling adalah:
a.   Pembimbing atau konselor  harus melakukan tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
b.  Pembimbing atau konselor  di sekolah atau madrasah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian, pendidikan, pengalaman, dan kemampuannya.
c.  Sebagai tuntutan profesi pembimbing atau konselor harus senantiasa berusaha mengembngkan diri dan melalui berbaga kegiatan.
d.    Pembimbing atau konselor harus hendaknya selalu menggunakan bergabagi informasi yang tersedia tentang individu atau siswa.
e.      Pembimbing atau konselor harus menghormati menjaga informasi tentang individu atau siswa yang dibimbingnya.
f.   Pembimbing atau konselor dalam melaksanakan tugas hendaknya mempergunakan berbagai metode dan teknik.
4.     Prinsip Berhubungan dengan Organisasi dan Administrasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling
a.      Bimbingan dan konseling harus dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan.
b.    Pelaksanaan bimbingan dan konseling harus ada dikartu pribadi bagi setiap setiap siswa.
c.    Program bimbingan dan konseling harus disusun dengan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan madrasah yang bersangkutan.
d.      Harus ada pembagian waktu antara pembimbing.
e.      Bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam situasi individu dan kelompok sesuai dengan masalah yang dipecahkan.
f.       Dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling sekolah dan madrasah harus berkerjasama dari berbagai pihak.
g.      Kepala sekolah merupakan penanggung jawab utama dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah
B.     Landasan Bimbingan dan Konseling
            Landasan bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya bagi konselor selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling.
            Secara umum terdapat empat aspek pokok yang mendasari bimbingan dan konseling yaitu:
1.      Landasan Filosofis
      Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis, estis maupun estis.
2.      Landasan psikologis
      Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien).
3.      Landasan sosial-budaya
      Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang memperngaruhi terhadap perilaku individu.
4.      Landasan pengetahuan dan teknologi
      Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasar-dasar kilmuan, baik menyangkut teori maupun prakteknya. Pengetahuan bimbingan dan konseling disususn secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode seperti: pengamatan, wawancara, analisis dokumen, prosedur tes, inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku teks dan tulisan ilmiah lannya.[4]

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Arifin dan Eti Katika Wati dalam Tohirin dalam bukunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah menjabarkan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling.
Perinsip secara umum
1.      Prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan individu siswa
2.      Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembimbing
3.      Prinsip Berhubungan dengan Organisasi dan Administrasi Pelayanan
                 Terdapat empat aspek yang mendasari bimbingan dan konseling diantaranya yaitu: landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosial-budaya dan landasan IMTEK.
B.     Saran-saran
                 Setelah penulis menyelesaikan penulisan makalah ini maka penulis menyarankan guru khususnya para konselor agar lebih memahami prinsip-peinsip dan landasan dalam bimbingan dan konseling.
                 Demi perkembangan penulisan makalah ini ke depannya maka penulis sangat mengharapkan kritik dari kawan-kawan pembaca tentunya kritk dan saran yang membangun demi perkembangan dalam penulisan makalah ke depannya.


[1] Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah, (Pekanbaru, Raja Grafindo Persada, 2007), h. 69
[2] Ibid., h.95
[3] Anas Salahuddin, Bimbingan dan Konseling, (Jakarta, Pustaka Setia, 2009), h. 43
[4] http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/25/landasan -bimbingan-dan-konseling/