BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap individu memang tidak ada yang sama. Perbaikan individu ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan anak didik. Dalamkeadaan dimana anak didik / siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar.
Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor intelegensi yang rendah (kelainan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor no integensi. “Dengan demikian, IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar”.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kesulitan belajar ?
2. Apa saja faktor-faktor penyebab kesulitan belajar ?
3. Bagaimanakah cara mengatasi kesulitan belajar ?
4. Apa peran guru dalam belajar ?
C. Tujuan
Adapun tujuan tersusunnya makalah ini antara lain :
1. Untuk mengetahui pengertian kesulitan dalam belajar
2. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar
3. Bagaimana cara mengatasi kesulitan belajar
4. Untuk mengetahui peranan guru dalam belajar
BAB II
PEMBAHASAN
MASALAH KESULITAN BELAJAR
A. Pengetian Kesulitan Belajar
Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi. Tetapi sulit juga untuk mengadakan konsentrasi. Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktivitas belajar.
Setiap individu memang tidak ada yang sama perbedaan individual ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan anak didik. “Dalam keadaan dimana anak didik / siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan “Kesulitan belajar”.
Oleh karena itu dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada setiap anak didik, maka para pendidik perlu memahami masalah-masalah yang berhubungandengan kesulitan belajar.[1]
Macam-macam kesulit belajar in dapat dikelompokkan menjadi empat macam:
1. Dilihat dari jenis kesulitan belajar
- Ada yang berat
- Ada yang seeding
2. Dilihat dari bidang studi yang dipelajari
- Ada yang sebagian bidang studi
- Ada yang keseluruhan bidang studi
3. Dilihat dari sifat kesulitannya
- Ada yang sifatnya permanen
- Ada yang sifatnya hanya sementara
4. Dilihat dari segi faktor penyebabnya
- Ada yang karena faktor intelegensi
- Ada yang karena faktor non intelegensi.[2]
B. Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu :
1. Faktor Intern (faktor dari dalam diri manusia itu sendiri) yang meliputi :
a. Faktor fisiologis
b. Faktor psikologi
2. Faktor Ekstern (faktor dari luar manusia) meliputi :
a. Faktor-faktor non social
b. Faktor-faktor social.[3]
Dalam kamus pendidikan, Smith menambahkan faktor metode mengajar dan belajar, masalah social dan emosional, intelektual dan mental :
1. Faktor Intern
a. Sebab yang bersifat fisik
1) Karena sakit, seorang yangsakit akan mengalami kelemahan fisiknya, sehingga saraf sensoris dan motorisnya lemah akibatnya rangsangan yang diterima melalui indranya tidak dapat diteruskan ke otak.
2) Karena kurang sehat. Anak yang kurang sehat dapat mengalami kesulitan belajar, sebab ia mudah capek, mengantuk pusing dan lain-lain
3) Sebab kaerna cacat tubuh
Cacat tubuh dibedakan atas :
a. Cacat tubuh yang ringan seperti kurag pendengaran, kurang pengliatan, gangguan psikomotor
b. Cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, hilang tangan dan kakinya
Bagi golongan serius, maka harus masuk pendidikan khusus seperti SLB, Bisu Tuli, TPAC-SROC. Bagi golongan yang ringan, masih banyak mengikuti pendidikan umum, asal guru memperhatikan dan menempuh placement yang tepat.
b. Sebab-sebab kesulitan belajar karena Rohani
Belajar memerlukan kesiapan rohani, ketenangan dengan baik, jika hal-hal diatas ada pada diri anak maka belajar sulit dapat masuk.
Apabila dirinci faktor rohani itu meliputi antara lain :
1) Intelegensi
Anak yang IQ nya tinggi dapat menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi. Anak yang normal (90-110) dapat menamatkan SD tepat pada waktunya. Mereka yang memiliki IQ 110-140 dapat digolongkan cerdas, 140 keatas digolongkan jenius.
Golongan debil walaupun umurnya telah 25 tahun, kecerdasan mereka setingkat dengan anak normal umur 12 tahun
Golongan embisil hanya mampu mencapai tingkat anak normal 7 tahun.
Golongan ediot kecakapannya menyamai anak normal umur 3 tahun.
2) Bakat
Bakat adalah potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. Seseorang yang berbakat musik mungkin dibidang lain ketinggalan
3) Minat
Tidak adanya minat seseorang anak terhadap suatu pelajaran akan timbul kesulitan belajar
4) Motivasi
Motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbedaan belajar.
5) Faktor kesehatan mental
Faktor kesehatan mental dan ketenangan emosi akan menimbulkan hasil belajar yang baik
2. Faktor Orang Tua
Orang tua yang tidak/kurang memperhatikan pendidikan anaknya mungkin acuh tak acuh, tidak mamperhatikan kemajuan belajar anak akan menjadi penyebab kesulitan belajarnya yang termasuk faktor ini yaitu : cara mendidik anak, hubungan orang tua dengan anak, bimbingan dari orang tua suasana rumah / keluarga dan ekonomi keluarga.
3. Faktor Sekolah
Yang dimaksud sekolah antara lain adalah :
1) Guru
a) Guru yang tidak kualified
b) Hubungan guru dengan murid kurang baik
c) Guru-guru menuntut standard pelajaran diatas kemampuan anak
d) Guru yang tidak memiliki kecakapan dalam usaha diagnosis kesulitan belajar
e) Metode mengajar guru
2) Faktor Alat
Alat pelajaran yang kurang lengkat membuat penyajian pelajaran kurang baik
3) Kondisi Gedung
Ruangan harus memenuhi syarat kesehatan
4) Kurikulum
Kurikulum yang terlalu tinggi dan adanya pendekatan materi
5) Waktu sekolah dan disiplin kurang.[4]
c. Faktor massa media dan lingkungan sosial
1) Faktor massa media meliputi : bioskop, surat kabar, majalah, buku-buku komik yang ada disekeliling kita
2) Lingkungan social
a. Teman bergaul
b. Lingkungan tetangga
c. Aktivitas dalam masyarakat.
Dari varian di atas dapat disimpulkan bahwa sebab-sebab kesulitan belajar itu karena :
1. Sebab-sebab individual artinya tidak ada orang yang mengalami kesulitan belajar sama persis penyebabnya walaupun jenis kesulitannya sama
2. Sebab-sebab yang kompleks, artinya seorang mengalami kesulitan belajar karena sebabnya bermacam-macam
Beberapa gejala sebagai petanda adanya kesulitan belajar
1. Menunjukkan prestasi yang rendah
2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan
3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar
4. Menunjukkan sikap acuh tak acuh, berpura-pura, dusta dll.
5. Menunjukkan tingkah laku yang berlainan.[5]
C. Usaha Mengatasi Kesulian Belajar
Mengatasi kesulitan belajar, tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor kesulitan belajar sebagai mana diuraikan di atas. Oleh karena itu mencari sumber penyebab utama dan sumber-sumber penyebab penyerta lainnya adalah menjadi mutlak adanya dalam rangka mengatasi kesulitan belajar.
Secara garis besar, langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam rangka mengatasi kesulitan belajar, dapat dilakukan melalui enam tahap yaitu :
1. Pengumpulan data
Untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar, diperlukan banyak informasi. Untuk memperoleh informasi tersebut, maka perlu diadakan suatu pengamatan langsung yangdisebut, maka perlu diadakan suatu pengamatan langsung yang disebut dengan pengumpulan data dapat dipergunakan berbagai metode, diantaranya adalah :
a. Observasi
b. Kunjungan rumah
c. Case study
d. Cas story
e. Daftar pribadi
f. Meneliti pekerjaan anak
g. Tugas kelompok
h. Melaksanakan tes
2. Pengolahan data
Data yang telah terkumpul dari kegiatan tahap pertama bersebut tidak ada artinya jika tidak diadakan pengolahan secara ceremat. Dalam pengolahan data, langkah yang dapat ditempuh antara lain adalah :
a. Identifikasi kasus
b. Membandingkan antar kasus
c. Membandingkan dengan hasil tes
d. Menarik kesimpulan
3. Diagnosis
Diagnosis adalah keputusan (penentuan) mengenai hasil dari pengolahan data. Dalam rangka diagnosa ini biasanya diperlukan berbagai bantuan tenaga ahli, misalnya : Doktor, Psikolog, Psikiater, Sosial Worker, Orto Pedagak, Guru Kelas, Orang Tua anak dan sebagainya.
4. Treatment (perlakuan)
Perlakuan di sini maksudnya adalah pemberian bantuan kepada anak yang bersangkutan. Bentuk treatment yang mungkin dapat diberikan adalah :
- Melalui bimbingan belajar kelompok
- Melalui bimbingan belajar individual
- Melalui pengajaran remedial dalam berupa bidang studi tertentu
- Pemberian bimbingan pribadi untuk mengatasi masalah-masalah psikologi
- Melalui bimbingan orang tua, dan pengatasan kasus sampingan yang mungkin ada
5. Evaluasi
Evaluasi di sini dimaksudkan untuk mengetahui apakah treatment yang telah diberikan di atas berhasil dengan baik, artinya ada kemajuan atau bahkan gagal sama sekali. Alat yang digunakan untuk evaluasi ini dapat berupa tes prestasi belajar (achievement test).
Untuk menagdakan pengecekan kembali atas hasil treatmen yang kurang berhasil maka secara teoritis langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah sbb :
a. Re ceting data
b. Re diagnosa
c. Re prognosa
d. Re treatment dan
e. Re evaluasi
1. Cepat dalam belajar
Anak yang tergolong cepat dalam belajar, pada umumnya dapat menyelesaikan kegiatan belajar dalam waktu yang lebih cepat dari yang diperkirakan.
2. Lambat dalam belajar
Sebaliknya dari anak yang tergolong cepat, anak yang tergolong lambat lebih banyak membutuhkan waktu yang lebih lama dari waktu yang diperkirakan untuk anak-anak normal.
3. Anak kreatif
Anak kreatif ini umumnya anak dari golongan cepat, tapi banyak pula dari golongan normal (rata-rata). Anak golongan ini menunjukkan kreativitas dalam kegiatan –kegiatan tertentu.[6]
D. Peranan Guru Dalam Proses Pendidikan
Oleh karena peserta didik dipandang sebagai organisasi (subjek) yang memiliki kemampuan untuk berpikir, mampu menjelajahi kebutuhan masalah dan minatnya sendiri maka guru seharusnya berperan sebagai :
1. Penyedia berbagai pengalaman yang akan memunculkan motivasi belajar.
2. Pemandu (aguide) bagi murid-murid dalam merumuskan masalah, kegiatan-kegiatan penyelesaian masalah dan proyek-proye mereka.
3. Merencanakan tujuan-tujuan individual dan kelompok dalam kelas untuk digyunakan dalam memecah masalah
4. Membantu para siswa dalam mengumpulkan informasi berkenaan dengan masalah
5. Bersama-sama anggota kelas mengevaluasi mengenai apa yang telah di pelajari.
Guru yang dapat berperan sebagai pembimbing yang efektif sbb :
1. Mengajar bidang studi, yaitu guru yang :
a. Dapat menimbulkan minat dan semangat murid dalambelajar
b. Memiliki kecakapan untuk memimpin
c. Dapat menghubungkan materi pelajaran dengan pekerjaan-pekerjaan praktis
2. Hubungan murid dengan guru yaitu guru yang :
a. Di cari murid-murid untuk memperoleh nasehat dan banatuan
b. Mencari kontak dengan murid di luar kelas
c. Memimpin kegiatan kelompok
d. Memiliki minat dalam pelayanan social
e. Membuat kontak dengan orang tua murid
3. Hubungan guru dnegan guru yaitu guru yang :
a. Menunjukkan kecakapan bekerjasama dengan guru lain
b. Tidak menimbulkan pertentangan
c. Menunjukkan kecakapan untuk berdirin sendiri
d. Menunjukkan kepemimpinan yang baik dan tidak mementingkan diri sendiri.
4. Pencatatan dan penelitian yaitu guru yang :
a. Mempunyai sikap ilmiah objektif
b. Lebih suka mengukur dan tidak menebak
c. Berminat dalam masalah-masalah penelitgian
d. Efisien dalam pekerjaan tulis menulis
5. Sikap professional, yaitu guru yang :
a. Suka rela untuk melakukan pekerjaan ekstra
b. Rela menunjukkan dapat menyesuaikan diri dan sabar
c. Memiliki sikap yang konstruktif dan rasa tanggung jawab
d. Berkemauan untuk melatih diri.[7]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Setiap individu tidak ada yang sama perbedaan individual ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar di kalangan anak didik. “ Dalam keadaan dimana anak didik / siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan “kesulitan belajar”
2. Faktor penyebab kesulitan belajar diantaranya :
a. Faktor intern (faktor dari dalam diri manusia itu sendiri)
b. Faktgor ekstern (faktor dari luar manusia)
3. Adapun usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar
a. Pengumpulan data
b. Pengolahan data
c. Diagnose
d. Prognosa
e. Treatment / perlakuan
f. Evaluasi
4. Peranan guru dalam proses belajar adalah mendorong, membimbing, danmemberi fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan
B. Saran
Setelah penulis menyelesaikan makalah ini maka penulis menyarankan kepada para pendidik agar lebih memperhatikan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar bagi peserta didik. Sehingga tecapai tujuan belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 1991, Psikologi Belajar, Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Made Alit Mariana, 2003, Pembelajaran Remedial, Jakarta : Depdikbud.